SUPERVISI
PENGAJARAN BERPIKIR KRITIS
DALAM
KURIKULUM 2013
Pengawasan Pengajaran Berpikir Kritis
Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan
supervisi manajerial kepala sekolah, namun juga membina guru melalui supervisi
akademik. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru,
terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Sejalan
dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun
dituntut mampu menguasai dan memilih strategi pembelajaran yang tepat, sehingga
menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana se-nang serta
efektif. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/
metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Bila pengetahuan
pengawas sudah ketinggalan, apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tanpa
didukung teori-teori, maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para
guru yang dibinanya. Paling tidak, untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas
harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara
lain: matematika, IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.
Indikator
keberhasilan pembelajaran berpikir kritis pada dasarnya bisa
dilihat pada berbagai psosisi dalam tahapan dan sistem pembelajaran. Salah satu
keberhasilan indikator ini dapat dilihat
dari Tahap Proses Pembelajaran. Secara umum sudah kita kenal bahwa
pembelajaran sejak didesain pasti memerlukan suatu proses oleh guru sehingga
jelas dan menunjukkan dimana letak keberhasilan, serta apa indikatornya
sehingga kita mampu mengatakan bahwa suatu pembelajaran dikatakan berhasil. Sebagai
bahan kajian lebih lanjut maka berikut ini akan diuraikan mulai dari tahapan
membuka, inti, menutup, evaluasi dan tindak lanjut. Tahapan ini pada dasarnya berlaku
untuk semua mata pelajaran pada semua jenjang satuan pendidikan.
1. Membuka
Pelajaran
Membuka pelajaran diartikan sebagai perbuatan guru untuk
menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat
kepada apa yang akan dipelajari. Kegiatan
ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran
berupa kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini dilakukan penggalian terhadap
pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Komponen dan aspek yang
berkaitan dengan membuka pelajaran ini adalah menarik perhatian siswa,
menimbulkan motivasi, memberikan acuan dan membuat kaitan. Beberapa contoh
kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita, kegiatan fisik/jasmani, dan menyanyi.
Berikut adalah contoh format observasi
keterampilan membuka dan menutup pelajaran.
Tabel 1 Format
Observasi Keterampilan Membuka dan Menutup
Pengajaran Ketrampilan Berpikir
No
|
Komponen Ketrampilan
|
Ya
|
Tidak
|
1
|
Membuka Pelajaran
Menarik Perhatian Siswa
a. Gaya mengajar guru
b. Penggunaan alat-alat bantu mengajar
c. Pola interaksi yang bervariasi
|
||
2
|
Menimbulkan motivasi
a. Kehangatan dan atusiasme
b. Menimbulkan rasa ingin tahu
c. Memperhatikan minat siswa
|
||
3
|
Memberi acuan
a. Mengemukakan tujuan dan batas tugas
b. Menyarankan langkah-langkah yang dilakukan
c. Mengingatkan masalah pokok yang dibahas
d. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan
e. Membuat kaitan
|
||
4
|
Menutup Pelajaran
Meninjau kembali
a. Merangkum inti pelajaran
b. Membuat ringkasan
|
||
5
|
Mengevaluasi
a. Mendemonstrasikan ketrampilan
b. Mengalikasikan ide baru pada situasi lain
c. Mengekspresikan pendapat siswa
d. Soal-soal tertulis
|
||
6.
|
Melakukan Tindak Lanjut
a. Memberikan Penugasan
b. Merencanakan Remedial Teaching
|
Hitunglah dalam bentuk persentase berapa jumlah jawaban
”Ya”, dan berapa dari jawaban ”Tidak” Lalu bandingkanlah! Bagaimana pendapat
Anda tentang kemampuan guru dan mencapai keberhasilan pengajaran berpikir
kritis untuk mata pelajaran tertentu yang diajarkannya?
2. Kegiatan Inti
Pembelajaran
Kegiatan inti difokuskan pada penyajian bahan pembelajaran
dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi yang bervariasi dan dapat
dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, ataupun perorangan. Pada tahap ini berlangsung interaksi antara guru dengan
siswa, siswa dengan siswa. Rentangan interaksi ini berada di antara dua kutub
ekstrem, yakni kegiatan berpusat pada guru dan kegiatan berpusat pada siswa.
Beberapa
aspek yang perlu dipertimbangkan dalam tahap ini adalah: (1) pengelolaan dan
pengendalian kelas; (2) penyampaian informasi, keterampilan-keterampilan,
konsep, dan sebagainya; (3) penggunaan tingkah laku verbal, misalnya
keterampilan bertanya, demonstrasi, penggunaan model; (4) penggunaan tingkah
laku non verbal seperti gerak pindah guru; (5) cara men-dapatkan balikan; (6)
mempertimbangkan prinsip-prinsip psikologi; (7) mendiagnosis kesulitan belajar;
(8) menyajikan kegiatan sehubungan dengan per-bedaan individual; dan (9)
mengevaluasi kegiatan interaksi.
Keterampilan
mengelola kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara
kondisi belajar optimal dan mengembalikan ke kondisi optimal jika terjadi
gangguan, dengan cara melakukan kegiatan remedial.
Komponen keterampilannya adalah: (1) berkaitan dengan penciptaan dan
pemeliharaan kondisi belajar optimal mencakup sikap tanggap, membagi
per-hatian, memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk jelas, mene-gur
dan memberi penguatan; (2) berkaitan
dengan pengembalian kondisi belajar optimal mencakup memodifikasi tingkah laku,
pengelolaan kelompok dan menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan
masalah.
Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari
seorang yang dikenai. Respon yang
diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil
pertimbangan. Jadi bertanya
merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. Komponen keterampilan ini adalah ketrampilan dasar dan
keterampilan lanjutan. Keterampilan dasar mencakup pengungkapan pertanyaan
secara jelas, pemberian acuan, pemusatan ke arah jawaban, pemindahan giliran,
penyebaran pertanyaan, pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan.
Sedangkan keterampilan lanjutan mencakup pengubahan tuntutan tingkat kognitif
pertanyaan, urutan pertanyaan, melacak dan keterampilan mendorong terjadinya
interaksi antar siswa. Memberi penguatan diartikan sebagai tingkah laku guru dalam merespon
secara positif suatu tingkah laku tertentu siswa yang memungkinkan tingkah laku
tersebut timbul kembali. Beberapa komponen keterampilan memberi pe-nguatan
tersebut adalah: penguatan verbal, penguatan gestural, penguatan dengan cara
mendekati, penguatan dengan sentuhan, dengan kegiatan menyenangkan, berupa
tanda atau benda.
Menggunakan variasi diartikan sebagai perbuatan guru dalam
konteks proses belajar mengajar yang bertujuan mengatasi kebosanan siswa,
sehingga dalam proses belajar siswa senantiasa menunjukkan ketekunan,
keantusiasan, serta berperan serta secara aktif. Komponen keterampilannya
adalah variasi dalam gaya mengajar, variasi penggunaan media dan bahan
pengajaran serta variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Keterampilan menjelaskan berarti menyajikan informasi lisan
yang diorganisasikan secara sistematis dengan tujuan menunjukan hubungan. Penekanan dalam memberikan penjelasan
adalah proses penalaran
siswa, dan bukan indoktrinasi. Komponen keterampilannya adalah merencanakan
penjelasan, menyajikan penjelasan, dalam merencanakan penjelasan perlu
diperhatikan isi pesan yang akan disampaikan dan penerima pesan. Sedangkan dalam menyajikan penjelasan mencakup kejelasan,
penggunaan contoh dan ilustrasi, memberikan penekanan, pengorganisasian, dan
ba-likan.
Tabel 2 Contoh Format Observasi Keterampilan Bertanya
Guru
INSTRUMEN OBSERVASI
Ketrampilan Bertanya
Sekolah : ...............................
Kelas : ...............................
|
||
Komponen Keterampilan
|
Frekuensi Penggunaan
|
Komentar
|
1. Pertanyaan menuntun (prompting)
|
||
2. Pertanyaan melacak (probing)
|
||
3. Waktu berhenti (pausing)
|
||
Mengalihkan giliran menjawab siswa (redirecting)
|
||
Tanggal:
...................
|
||
3. Kegiatan Penutup
Menutup pelajaran berpikir kritis adalah kegiatan guru untuk mengakhiri
kegiatan inti pelajaran. Maksudnya adalah memberikan gambaran menyeluruh
tentang apa yang telah dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa,
dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar. Sifat dari kegiatan
penutup adalah untuk menenangkan. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah
menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan, mendongeng, membacakan
cerita dari buku, pantomim, pesan-pesan moral, apresiasi musik. Untuk
memperoleh gambaran utuh pada waktu akhir kegiatan.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru dalam
menutup pelajaran, yakni: (a) meninjau kembali dengan cara merangkum inti
pelajaran dan mem-buat ringkasan; dan (b)
mengevaluasi dengan berbagai bentuk evaluasi, misalnya mendemonstrasikan
ketrampilan, meminta siswa mengaplikasikan ide baru dalam situasi yang lain,
mengekspresikan pendapat siswa sendiri, dan memberikan soal soal tertulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar