Rabu, 08 Juni 2016

SUPERVISI DALAM KURIKULUM 2013



SUPERVISI PENGAJARAN BERPIKIR KRITIS
DALAM KURIKULUM 2013

Pengawasan Pengajaran Berpikir Kritis
Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah, namun juga membina guru melalui supervisi akademik. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru, terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih strategi pembelajaran yang tepat, sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana se-nang serta efektif. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan, apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tanpa didukung teori-teori, maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. Paling tidak, untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika, IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.
Indikator keberhasilan pembelajaran berpikir kritis pada dasarnya bisa dilihat pada berbagai psosisi dalam tahapan dan sistem pembelajaran. Salah satu keberhasilan indikator ini dapat dilihat dari Tahap Proses Pembelajaran. Secara umum sudah kita kenal bahwa pembelajaran sejak didesain pasti memerlukan suatu proses oleh guru sehingga jelas dan menunjukkan dimana letak keberhasilan, serta apa indikatornya sehingga kita mampu mengatakan bahwa suatu pembelajaran dikatakan berhasil. Sebagai bahan kajian lebih lanjut maka berikut ini akan diuraikan mulai dari tahapan membuka, inti, menutup, evaluasi dan tindak lanjut. Tahapan ini pada dasarnya berlaku untuk semua mata pelajaran pada semua jenjang satuan pendidikan.
1.    Membuka Pelajaran
Membuka pelajaran diartikan sebagai perbuatan guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat kepada apa yang akan dipelajari. Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran berupa kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Komponen dan aspek yang berkaitan dengan membuka pelajaran ini adalah menarik perhatian siswa, menimbulkan motivasi, memberikan acuan dan membuat kaitan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita, kegiatan fisik/jasmani, dan menyanyi. Berikut adalah contoh format observasi keterampilan membuka dan menutup pelajaran.


Tabel 1   Format Observasi Keterampilan Membuka dan Menutup
Pengajaran Ketrampilan Berpikir
No
Komponen Ketrampilan
Ya
Tidak
1



Membuka Pelajaran
Menarik Perhatian Siswa
a.    Gaya mengajar guru
b.    Penggunaan alat-alat bantu mengajar
c.    Pola interaksi yang bervariasi










2
Menimbulkan motivasi
a.   Kehangatan dan atusiasme
b.   Menimbulkan rasa ingin tahu
c.   Memperhatikan minat siswa




3
Memberi acuan
a.    Mengemukakan tujuan dan batas tugas
b.    Menyarankan langkah-langkah yang dilakukan
c.    Mengingatkan masalah pokok yang dibahas
d.    Mengajukan pertanyaan-pertanyaan
e.    Membuat kaitan


4
Menutup Pelajaran
Meninjau kembali
a.   Merangkum inti pelajaran
b.   Membuat ringkasan


5
Mengevaluasi
a.    Mendemonstrasikan ketrampilan
b.    Mengalikasikan ide baru pada situasi lain
c.    Mengekspresikan pendapat siswa
d.    Soal-soal tertulis


6.
Melakukan Tindak Lanjut
a.   Memberikan Penugasan
b.   Merencanakan Remedial Teaching



Hitunglah dalam bentuk persentase berapa jumlah jawaban ”Ya”, dan berapa dari jawaban ”Tidak” Lalu bandingkanlah! Bagaimana pendapat Anda tentang kemampuan guru dan mencapai keberhasilan pengajaran berpikir kritis untuk mata pelajaran tertentu yang diajarkannya?

2.  Kegiatan Inti Pembelajaran
Kegiatan inti difokuskan pada penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, ataupun perorangan. Pada tahap ini berlangsung interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa. Rentangan interaksi ini berada di antara dua kutub ekstrem, yakni kegiatan berpusat pada guru dan kegiatan berpusat pada siswa.
Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam tahap ini adalah: (1) pengelolaan dan pengendalian kelas; (2) penyampaian informasi, keterampilan-keterampilan, konsep, dan sebagainya; (3) penggunaan tingkah laku verbal, misalnya keterampilan bertanya, demonstrasi, penggunaan model; (4) penggunaan tingkah laku non verbal seperti gerak pindah guru; (5) cara men-dapatkan balikan; (6) mempertimbangkan prinsip-prinsip psikologi; (7) mendiagnosis kesulitan belajar; (8) menyajikan kegiatan sehubungan dengan per-bedaan individual; dan (9) mengevaluasi kegiatan interaksi.
Keterampilan mengelola kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar optimal dan mengembalikan ke kondisi optimal jika terjadi gangguan, dengan cara melakukan kegiatan remedial. Komponen keterampilannya adalah: (1) berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar optimal mencakup sikap tanggap, membagi per-hatian, memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk jelas, mene-gur dan memberi penguatan;  (2) berkaitan dengan pengembalian kondisi belajar optimal mencakup memodifikasi tingkah laku, pengelolaan kelompok dan menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.
Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seorang yang dikenai. Respon yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. Komponen keterampilan ini adalah ketrampilan dasar dan keterampilan lanjutan. Keterampilan dasar mencakup pengungkapan pertanyaan secara jelas, pemberian acuan, pemusatan ke arah jawaban, pemindahan giliran, penyebaran pertanyaan, pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan. Sedangkan keterampilan lanjutan mencakup pengubahan tuntutan tingkat kognitif pertanyaan, urutan pertanyaan, melacak dan keterampilan mendorong terjadinya interaksi antar siswa. Memberi penguatan diartikan sebagai tingkah laku guru dalam merespon secara positif suatu tingkah laku tertentu siswa yang memungkinkan tingkah laku tersebut timbul kembali. Beberapa komponen keterampilan memberi pe-nguatan tersebut adalah: penguatan verbal, penguatan gestural, penguatan dengan cara mendekati, penguatan dengan sentuhan, dengan kegiatan menyenangkan, berupa tanda atau benda.
Menggunakan variasi diartikan sebagai perbuatan guru dalam konteks proses belajar mengajar yang bertujuan mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajar siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, keantusiasan, serta berperan serta secara aktif. Komponen keterampilannya adalah variasi dalam gaya mengajar, variasi penggunaan media dan bahan pengajaran serta variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Keterampilan menjelaskan berarti menyajikan informasi lisan yang diorganisasikan secara sistematis dengan tujuan menunjukan hubungan. Penekanan dalam memberikan penjelasan adalah proses penalaran siswa, dan bukan indoktrinasi. Komponen keterampilannya adalah merencanakan penjelasan, menyajikan penjelasan, dalam merencanakan penjelasan perlu diperhatikan isi pesan yang akan disampaikan dan penerima pesan. Sedangkan dalam menyajikan penjelasan mencakup kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, memberikan penekanan, pengorganisasian, dan ba-likan.
Tabel 2 Contoh Format Observasi Keterampilan Bertanya Guru
INSTRUMEN OBSERVASI
Ketrampilan Bertanya
Sekolah            : ...............................
Kelas    : ...............................
Komponen Keterampilan
Frekuensi Penggunaan
Komentar
1.   Pertanyaan menuntun (prompting)


2.   Pertanyaan melacak (probing)


3.   Waktu berhenti (pausing)


Mengalihkan giliran menjawab siswa (redirecting)


 Tanggal: ...................

3.  Kegiatan Penutup
Menutup pelajaran berpikir kritis adalah kegiatan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran. Maksudnya adalah memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa, dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar. Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan, mendongeng, membacakan cerita dari buku, pantomim, pesan-pesan moral, apresiasi musik. Untuk memperoleh gambaran utuh pada waktu akhir kegiatan.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru dalam menutup pelajaran, yakni: (a) meninjau kembali dengan cara merangkum inti pelajaran dan mem-buat ringkasan; dan (b) mengevaluasi dengan berbagai bentuk evaluasi, misalnya mendemonstrasikan ketrampilan, meminta siswa mengaplikasikan ide baru dalam situasi yang lain, mengekspresikan pendapat siswa sendiri, dan memberikan soal soal tertulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar